Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan berat badan yang ideal dari mengubah pola makan, program diet, olahraga bahkan sekarang dengan menggunakan kacamata dan cermin.
Dilansir Genius beauty, para ilmuwan dari Universitas Tokyo yang dipimpin Profesor Michitaka Hirose baru mengembangkan kacamata khusus bagi mereka yang sedang menjalankan program diet.
Mau tau kacamata seperti apa itu?
Kacamata untuk melangsingkan
Kacamata ini kerjanya dengan memberika efek tipu kepada mata seseorang, dengan membuat makanan ringan yang kecil terlihat besar.Hal ini agar orang yang sedang dalam proses menurunkan berat badan menjadi sadar dan bisa menjaga pola makannya dimanapun ia berada.
Kacamata ini merupakan hasil temuan dari para peneliti di Universitas Tokyo. Dengan majunya komputerisasi, maka kacamata ini dapat dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menipu indra penglihatan seseorang.
Perangkat google-mount kamera mengirim foto ke komputer, yang memperbesar dua pertiga dari ukuran nyata.
Penelitian ini melibatkan 12 pria dan wanita dewasa yang berusia 20-30 tahun yang diminta untuk menghabiskan biskuit sampai merasa kenyang. Sementara itu, koresponden yang mengenakan kacamata diet dilaporkan hanya mampu menghabiskan 9,3% lebih sedikit biskuit daripada mereka yang tidak memakai kacamata.
Ditambah lagi, pengguna dari kacamata ini bisa mengatur rasa dari makanan yang dimakan dengan rasa favorit mereka. Profesor Michitaka Hirose, seorang yang ahli dalam teknologi menyebutkan bahwa dirinya tertarik bagaimana komputer bisa mengelabui pikiran manusia.
Tidak hanya dengan menggunakan kacamata, ternyata masih ada cara ajaib lainnya yang dapat di gunakan untuk menurunkan berat badan. Apa saja?
Makan sambil telanjang
Makanlah di depan cermin dalam keadaan telanjang! Saran ini adalah saran yang muncul dari seorang pelatih kebugaran Matt Roberts.
Memang benar, saran ini bisa dibilang gila, konyol, dan aneh. Tetapi para ahli mengatakan sebaliknya, mereka sependapat bahwa makan sambil tidak mengenakan pakaian didepan cermin dapat membuat orang tersebut merasa malu bagaimana ia telah memasukkan makanan kedalam perutnya.
Aroma makanan
Penelitian kembali dilakukan, dan telah membawakan hasil yang menyatakan bahwa semakin tajam aroma makanan makan orang akan menggigit makanan tersebut lebih sedikit, sehingga porsi makanan yang dikonsumsi tersebut dapat menurun.
Penelitian tersebut dilakukan di Belanda dengan menyajikan makanan bernama custard dengan berbagai aroma kepada sukarelawan dan hasilnya custard dengan aroma yang tajam mendapat gigitan paling keci, dan begitu juga sebaliknya. Klik Baca Selengkapnya...






